13 September 2012

Praktikum Elektrolisis

A. TUJUAN
Mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan KI dan CuSO4.

B. LANDASAN TEORI
            Elektrolisis adalah penguraian suatu elektrolit oleh arus listrik. Pada sel elektrolisis, reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit,yaitu energi listrik (arus listrik) diubah menjadi energi kimia (reaksi redoks). Sel elektrolisis memiliki 3 ciri utama,yaitu : 
·  Ada larutan elektrolit yang mengandung ion bebas. Ion – ion ini dapat memberikan atau menerima elektron sehingga elektron dapat mengalir melalui larutan. 
·   Ada 2 elektroda dalam sel elektrolisis. 
·   Ada sumber arus listrik dari luar,seperti baterai yang mengalirkan arus listrik searah ( DC ).
Elektroda yang menerima elektron dari sumber arus listrik luar disebut Katoda, sedangkan elektroda yang mengalirkan elektron kembali ke sumber arus listrik luar disebut Anoda. Katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi dan anoda adalah tempat terjadinya reaksi oksidasi. Katoda merupakan elektroda negative karena menangkap electron sedangkan anoda merupakan elektroda positif karena melepas elektron. Macam elektrolisis : 
-Elektrolisis leburan elektrolit
 Dapat digunakan untuk menghantar ion-ion pada sel elektrolisis. Leburan elektrolit tanpa menggunakan air.Contohnya adalah NaCl. 
-Elektrolisis air
    Jika arus listrik dilewatkan melalui 2 elektroda dalam air murni,tidak terjadi elektrolisis. Tetapi,jika larutan CuSO4 / KNO3 ditambahkan air murni dengan konsentrasi rendah, akan terjadi elektrolisis dan dapat menghantarkan arus listrik. 
-Elektrolisis larutan elektrolit
    Reaksi yang terjadi tidak hanya melibatkan ion – ion dalam larutan saja,tetapi juga air. Contohnya adalah KI.
C. ALAT DAN BAHAN
Alat      : tabung U, tabung reaksi, pipet tetes, elektroda Carbon, kabel, power supply.
Bahan   : larutan KI 0,5 M, larutan CuSO4 0,5 M, indikator PP, dan amilum.

D. RUMUSAN MASALAH
  1. Pada percobaan, apakah akan membentuk (H+ atau OH-) pada ruang katoda dan anoda dengan pengamatan perubahan warna indikator ?
  2. Faktor apa saja yang mempengaruhi elektrolisis larutan?
E. VARIABEL
  • Variabel kontrol          : Variabel yang dibuat sama.Contoh                         : Tabung reaksi, tabung U, pipet tetes .
  • Variabel Terikat          : Variabel yang dibuat berbeda.Contoh                         : Larutan CuSO4, larutan KI, indikator PP, amilum.
  • Variabel Respon          : Variabel yang merupakan hasil eksperimen.Contoh                         : Perubahan warna, timbulnya gelembung.

F. LANGKAH KERJA
1.                  Merangkai alat.
2.                 Melakukan proses elektrolisis larutan KI 0,5 M sampai terjadi perubahan pada ke dua elektroda dan mencatat perubahannya.
3.           Memindah larutan dari ruang katoda ke dalam 2 tabung reaksi masing-masing 2 mL menggunakan pipet tetes, dan menambahkan 10 tetes larutan Indikator PP ke tabung 1, dan amilum ke tabung 2. (*Amilum serbuk 1 spatula).
4.                  Melakukan hal yang sama terhadap ruang dari larutan Anoda.
5.                  Melakukan proses elektrolisis CuSO4 0,5 M.
6.                  Mencatat perubahan yang terjadi pada masing-masing elektroda.
G. HASIL PENGAMATAN
Cairan dari
Perubahan selama  elektrolisis
Perubahan setelah ditambah PP
Perubahan setelah ditambah amilum
Katoda
  • Timbul gelembung
  • Warna jernih
Jernih menjadi merah muda
Jernih menjadi putih
Anoda
  • Timbul warna merah bata
  • Tidak terdapat gelembung
Kuning bening menjadi putih tulang
Kuning bening menjadi hitam

H. ANALISIS DATA
Pada percobaan CuSO4 :
Dalam larutan CuSO4 mengandung sisa asam aksi. Karena itu yang mengalami oksidasi adalah air yang menghasilkan gas Oksigen, sehingga timbul gelembung gas. Senyawa CuSO4 termasuk basa karena pada katoda mengandung OH-.


Pada kutub katoda, warnanya menjadi keruh. Pada elektroda terdapat endapan Cu. Sedangkan pada kutub anoda tetap bening dan menghasilkan O2.

Pada percobaan KI :

Pada senyawa KI ,terjadi persaingan antara ion dan pelarutnya atau ion lainnya dalam reaksi akan dimenangkan oleh zat yang memiliki harga potensial lebih besar untuk reaksi reduksi dan harga potensial kecil untuk reaksi oksidasi. Senyawa KI termasuk basa karena pada katoda terdapat OH-.

Pada kutub katoda, mengandung ion K+ oleh karena itu yang direduksi adalah air yang menghasilkan H2 dan OH-, sehingga pada elektroda timbul gelembung. Terjadi  perubahan warna menjadi kuning kecoklatan. Warna pada kutub katoda ini menyebar hingga setengah tabung U.
Sedangkan pada kutub anoda mengandung io Halida yaitu I- kemudian dioksidasi menjadi unsurnya yaitu I2.
Faktor-faktor yang mempesngaruhi adalah konsentrasi larutan, jenis larutan dan sifat elektroda.
                 
I. KESIMPULAN
  1. Elektrolisis adalah penguraian suatu elektrolit oleh arus listrik.
  2. Pada sel elektrolisis, reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit,yaitu energi listrik (arus listrik) diubah menjadi energi kimia (reaksi redoks).
  3. Elektrolisis senyawa KI, terjadi persaingan antara ion dan pelarutnya atau ion lainnya dalam reaksi akan dimenangkan oleh zat yang memiliki harga potensial lebih besar untuk reaksi reduksi dan harga potensial kecil untuk reaksi oksidasi. Senyawa KI termasuk basa karena pada katoda terdapat OH-. Pada katoda menghasilkan gelembung, sedangkan pada anoda terjadi perubahan warna dari jernih menjadi merah bata dan menghasilkan I2.
  4. Elektrolisis senyawa CuSO4, pada katoda warnanya menjadi keruh dan terdapat endapan Cu pada elektroda. Sedangkan pada anoda, anoda menghasilkan gas O2 dan larutan tetap jernih.
  5. Faktor-faktor yang mempengaruhi sel elektrolisis adalah konsentrasi larutan, jenis larutan dan sifat elektroda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar