14 September 2012

Eksperimen Uji Makanan

A.     Tujuan
Mengetahui kandungan Glukosa, Amilum, dan Protein dalam bahan makanan dengan indikator tertentu.

B.     Dasar Teori
Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.
1.      Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang menjadi sumber energi utama bagi manusia dan hewan. Karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Rumus umum karbohidrat adalah CnH2nOn.
Karbohidrat dapat tersusun senyawa sederhana (karbohidrat sederhana), seperti monosakarida, disakarida, ataupun senyawa kompleks (karbohidrat kompleks), seperti polisakarida dan serat.
Karbohidrat dapat dibedakan menjadi tiga keleompok berdasarkan jumlah gugusan gula penyusunnya, yaitu monosakarida, disakarida, dan polosakarida.
Karbohidrat memilki beberapa fungsi, yaitu sumber energi utama bagi tubuh, mengetur metabolisme lemak, menjaga keseimbangan asam dan basa, membentuk struktur sel, jaringan, dan organ tubuh, membantu penyerapan kalsiumm ( dilakukan oleh laktosa), memberi rasa manis pada makanan, dan membantu mengeluarkan feses. Kita dapat memperoleh karbohidrat dari bahan makanan yang terbuat dari padi-padian (serealia), umbi-umbian, kacang-kacangan kering, dan gula.
2.      Amilum
Pati atau amilum  adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.
Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan.
3.      Protein
Protein merupakan makromolekul penyusun bagian terbesar tubuh setelah air, yaitu seperlima bagian tubuh. Protein terbenrtuk atas rantai panjangasam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino tersusun dari unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang S dan P. Asam amino terdiri atas satu gugus karboksil (-COOH), satu gugus amino (-NH2), satu atom H, dan satu gugus radikal (-R)
Ada 20 jenis asam amino yang dikelompokan menjadi dua macam, yaitu asam amino esensial dan asam amino nonesensial.
a)      Asam amino esensial (utama) adalah asam amino yang sangat dibutuhkan dan tidak disintesis oleh tubuh.
b)      Asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesiskan oleh tubuh.
Protein bermanfaat bagi tubuh kita karena mempunyai fungsi sebagai berikut.
a)      Zat pembangun tunbuh.
b)      Menyintesiskan substansi-substansi penting tubuh.
c)      Menjaga keseimbangan cairan tubuh.
d)     Menyediakan sumber energi.
e)      Mendetoksifikasi zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
Protein dapat kita peroleh dari hewan (protein hewani) maupun tumbuhan (protein nabati).
Rata-rata standar kebutuhan protein setiap hari adalah 45 gram. Jika kekurangan protein dapat menyebabkan penyakit kwashiorkor. Tingkat kebutuhan protein dipengeruhi oleh bobot dan ukuran badan, umur, jenis kelamin, penyakit, satuan gizi makanan, kondisi tubuh, sifat protein yang dimakan, masa kehamilan (menyusui), dan staus emosional.

C.     Alat dan Bahan
       Alat:
o    Tabung reaksi
o    Gelas kimia
o    Penjepit buaya
o    Kaki tiga, Lampu spiritus,
o    korek api
o    Penghalus
o    Cawan
o    Larutan biuret (CuSO4 + NaOH)  
o    Larutan lugol
o    Benedit
       Bahan:
o   Tempe
o   Roti
o   Jagung
o   Telur
o   Nasi lama
o   Nasi baru
o   Tahu
o   Kentang
o   Amilum
o   Glukosa
o   Mentega
o   Minyak goreng
D.     Langkah Kerja
Ø Uji Glukosa
1)      Haluskan bahan makanan.
2)      Masukan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3)      Tetesi dengan benedit
4)      Panaskan
5)      Jika menimbulkan warna merah bata/oranye maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa
Ø Uji Amilum
1)      Haluskan bahan makanan.
2)      Masukan bahan makanan ke dalam tabung reaksi ± 2 mL.
3)      Tetesi bahan makanan dengan lugol.
4)      Jika menimbulkan warna biru kehitaman, maka bahan tersebut mengandung amilum
Ø Uji Protein
1)      Haluskan bahan makanan.
2)      Masukan bahan makanan ke dalam tabung reaksi ± 2 mL.
3)      Tetesi bahan makanan dengan biuret (CuSO4 + NaOH).
4)      Jika menimbulkan warna ungu, maka bahan tersebut mengandung protein.

E.     Hasil Pengamatan
             1.      Uji Glukosa

No.
Bahan Makanan
Reaksi (Dipanaskan)
Keterangan
Sebelum
Sesudah
1
Glukosa Powder
Biru
Merah bata
Mengandung Glukosa
2
Tempe
Hijau kebiruan
Coklat
Menandung sedikit glukosa
3
Roti tawar
Hijau kebiruan
Merah bata
Mengandung glukosa
4
Tahu
Hijau kebiruan
Ungu
Tidak mengandung glukosa
5
Kenthang
Biru muda
Kuning
Mengandung sedikit glukosa
6
Nasi baru
Biru muda
Coklat
Mengandung sedikit glukosa
7
Telur
Biru muda
Ungu
Tidak mengandung glukosa
8
Nasi lama
Biru muda
Ungu
Tidak mengandung glukosa
9
Amilum
Biru muda
Biru
Tidak mengandung glukosa
10
Mentega
Biru muda
Hijau
Tidak mengandung glukosa
11
Jagung
Hijau
Orange
Mengandung glukosa

            2.      Uji Protein
No.
Bahan Makanan
Reaksi
Keterangan
Sebelum
Sesudah
1
Tempe
Coklat
Ungu
Mengendung Protein
2
Roti tawar
Putih
Putih
Tidak mengandung glukosa
3
Jagung
Kuning
Kuning
Tidak mengandung glukosa
4
Telur
Putih
Ungu
Mengandung Protein
5
Nasi lama
Putih
Ungu
Mengandung Protein
6
Nasi baru
Putih
Ungu
Mengandung Protein
7
Tahu
Putih
Putih keruh
Tidak mengandung glukosa
8
Kenthang
Kuning
Ungu
Mengandung Protein
9
Amilum
Putih
Putih
Tidak mengandung glukosa
10
Glukosa
Bening
Bening
Tidak mengandung glukosa
11
Mentega
Kuning
Ungu
Mengandung Protein

            3.      Uji Amilum

No.
Bahan Makanan
Reaksi
Keterangan
Sebelum
Sesudah
1
Tempe
Coklat
Kuning
Tidak Mengandung Amilum
2
Roti tawar
Putih
Ungu
Mengandung Amilum
3
Jagung
Kuning
Ungu
Mengandung Amilum
4
Telur
Putih
Kuning
Tidak Mengandung Amilum
5
Nasi lama
Putih
Ungu
Mengandung Amilum
6
Nasi baru
Putih
Ungu
Mengandung Amilum
7
Tahu
Putih
Ungu
Mengandung Amilum
8
Kenthang
Kuning
Ungu
Mengandung Amilum
9
Amilum
Putih
Ungu
Mengandung Amilum
10
Glukosa
Bening
Kuning
Tidak Mengandung Amilum
11
Mentega
Kuning
Ungu
Tidak Mengandung Amilum

F.      Kesimpulan

      Dari tabel pengematan diatas dapat kami simpulkan bahwa beberapa makanan mengandung protein, amilum, dan/atau glukosa yang tertera pada tabel berikut.
No
Bahan Makanan
Jenis Uji
Protein
Amilum
Glukosa
1
Tempe
+
+
-
2
Roti tawar
-
+
+
3
Jagung
-
+
+
4
Telur
+
-
-
5
Nasi lama
+
+
-
6
Nasi baru
+
+
+
7
Tahu
-
+
-
8
Kenthang
+
+
+
9
Amilum
-
+
-
10
Glukosa
-
-
+
11
Mentega
+
-
-
Keterangan:
Tidak mengandung zat
+ Mengendung zat


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar