14 September 2012

Eksperimen Reaksi Saraf

I.  Pendahuluan
 Tujuan
The Aim
Mengukur dan membandingkan kecepatan reaksi tubuh terhadap perintah.
Measuring and comparing the speed of the body's reaction command.
 
  Dasar Teori
      Basic Theory
       Gerak reflex merupakan jenis aktivitas saraf yang paling sederhana, berupa reaksi otomatis yang melibatkan sumsum tulang belakang atau otak. Gerak reflex berlangsung dan selesai sebelum otak kita mengenali adanya rasa sakit.
       Reflex movement is the simplest nerve activity which includes automatic reaction involving spinal cord or brain. Reflex movement occurs and finished before the brain recognize the pain.

Alat dan Bahan
 Tools and Materials
-   Penutup mata
Closing eyes
-   Penggaris
Ruler
-   Dua orang probandus
Two people as probandus

Cara Kerja
  Steps
1.    Orang pertama (A) menahan penggaris pada posisi ujungnya, sedangkan orang B menempatkan jempol dan jari telunjuk dalam posisi hendak menjepit sekitar 2,5 cm di bawah ujung penggaris.
The first person (A) hold a ruler on its end position, while person B puts the thumb and forefinger in a position to want to clamp about 2.5 cm below the end of the ruler.
2.    Saat orang A melepaskan penggaris, orang B berusaha menjepitnya.
When person A releases a ruler, person B tried pinned.
3.  Amatilah pada angka berapa jepitan tangan B berada. Catatlah hasilnya dan ulangi selama 5 kali. Lakukan kegiatan itu secara bergantian.
Look at what number clasps the hand B is located. Record the results and repeat for 5 times. Perform these activities in turn.
4.    Ulangi kegiatan di atas, tetapi orang yang menangkap penggaris menggunakan penutup mata. Pada saat orang A melepaskan penggaris dan mengatakan ‘sekarang’, orang B segera menangkap penggaris tersebut,
Repeat the activity above, but the people who catch a ruler using blindfolds. When person A releases a ruler and says 'now', the B immediately catches the ruler,
5.    Lakukan kegiatan ini sebanyak 5 kali dan secara bergantian.
Perform this activity as much as 5 times and alternately.
6.    Masukkan semua hasil percobaan tersebut dalam table pengamatan.
Enter all the results of these experiments in the observation table.

Pertanyaan
            Question
1.    Apakah yang dapat kamu simpulkan dari eksperimen tersebut?
What can you conclude from these experiments?
2.    Apakah ada hubungan antara eksperimen tersebut dengan jarak aman kendaran di jalan? Jelaskan jawabanmu!
Is there a relationship between the experimental vehicles to a safe distance on the road? Explain your answer!
3.    Apakah perbedaan percobaan dengan menggunakan penutup mata dengan tidak menggunakan penutup mata?
What is the difference experiment using an eye patch to not use an eye patch?

Hasil dan Pembahasan
Results and Discussion
Probandus
1
2
3
4
5
Rata-Rata
A (tanpa penutup mata)
a.    Tangan Kiri
b.    Tangan Kanan

24
16

12
16

14
21

17
11

21
9

17,6
14,6
B (dengan penutupmata)
a.    Tangan Kiri
b.    Tangan Kanan

25
30

28
1

30
5

18
28

11
27

22,4
18,2
         Tabel Angka yang Terbaca pada Penggaris (Dalam cm)
          Jawaban Pertanyaan dan Pembahasan :
Answer Questions and Discussion
1.    Apakah yang dapat kamu simpulkan dari eksperimen tersebut?
What can you conclude from these experiments?
Kesimpulan yang dapat diambil dari eksperimen di atas adalah bahwa semakin pendek jarak tangkapnya semakin baik refleksnya, berarti semakin baik kerja system saraf.
The conclusion that can be taken from the experiment above is that the shorter the distance the better reflexes gear, it means better working nervous system.
2.    Apakah ada hubungan antara eksperimen tersebut dengan jarak aman kendaran di jalan? Jelaskan jawabanmu!
Is there a relationship between the experimental vehicles to a safe distance on the road? Explain your answer!
Hubungan antara eksperimen dengan jarak aman kendaraan di jalan yaitu misalnya seperti ketika ada dua kendaraan yang berjejer depan belakang, saat kendaraan depan mendadak ngerem, maka kendaraan belakang tidak ngerem bersaam dengan kendaraan depannya, tetapi kendaraan akan ngerem beberapa saat kemudian setelah kendaraan depan ngerem. Hal ini sama saja dengan percobaan yang telah kami lakukan, yang berarti rangsang yang diterima oleh tubuh tidak dapat langsung diterima oleh otak, tetapi ada proses penyampaian rangsang melalui saraf.
The relationship between the experiment with the vehicle on the road a safe distance is such as when there are two vehicles that lined front and back, when the vehicle ahead suddenly brake, the vehicle rear brake not together the vehicle ahead, but the vehicle will brake a few moments later after the vehicle front brake. This is tantamount to the experiment we have done, which means that stimuli received by the body can not be directly received by the brain, but no delivery processes through nerve stimulation.
3.    Apakah perbedaan percobaan dengan menggunakan penutup mata dengan tidak menggunakan penutup mata?
What is the difference experiment using an eye patch to not use an eye patch?
Perbedaan percobaan dengan mata terbuka dan mata tertutup adalah ketika kita tidak menggunakan penutup mata maka kita dapat melakukan perkiraan kapan kita akan menangkap penggaris, namun ketika kita menggunakan penutup mata maka kita tidak dapat melakukan perkiraan sehingga akan sulit untuk menangkapnya.
Attempt difference wide-weekly and eye closed is when we not use the eye cover of hence we can conduct the estimate when we will catch the ruler, but when we use the eye cover of hence us cannot conduct the estimate so that will difficult to catch it.

II.     Kesimpulan 
      Conclusion
Kesimpulan yang dapat diambil dari eksperimen di atas adalah bahwa semakin pendek jarak tangkapnya semakin baik refleksnya, berarti semakin baik kerja system saraf.
The conclusion that can be taken from the experiment above is that the shorter the distance the better reflexes gear, it means better working nervous system.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar